STP (Spanning-Tree Protocol)

October 9, 2011 at 2:15 pm (diagnosa wan)

Saat desain LAN memerlukan beberapa switch, umumnya network enginer menyertakan segment LAN yang redundant diantara switch-switch tersebut.

Tujuannya sederhana, switch-switch berkemungkinan mengalami kegagalan beroperasi, atau ada kemungkinan kabel terputus atau ter-unplug sehingga dengan adanya segment redundant ini, layanan network masih bisa berjalan walaupun ada kendala diatas.

LAN dengan link yang redundant memungkinkan frame mengalami looping didalam network tanpa henti.

Frame yang looping ini menyebabkan gangguan performansi pada network.

STP adalah protokol yang terdapat di layer 2 OSI yang berfungsi untuk memastikan tidak adanya loop pada topologi pada jaringan LAN. STP memungkinkan sebuah jaringan untuk memasukkan link yang sedang senggang (tambahan) untuk menyediakan backup otomatis jika link utama yang sedang aktif gagal, tanpa bahaya loop pada bridge, ataupun mendisable -enable link backup ini secara manual. Bridge loop harus dihindari. karena itu bisa membuat sebuah network terjadi flooding.

Kelebihan Spanning Tree Protocol (STP)
1. Menghindari Trafic Bandwith yang tinggi dengan mesegmentasi jalur akses melalui switch
2. Menyediakan Backup / stand by path utk mencegah loop dan switch yang failed/gagal
3. Mencegah looping

Masalah umum yang bisa diatasi oleh Spanning Tree Protocol ini adalah broadcast storm. Broadcast storm menyebabkan banyak broadcast ( atau multicast atau unknown-destination unicast) pada loop yang ada di jaringan secara terus menerus. Hal ini akan menciptakan sebuah link yang tidak berguna (karena adanya link ganda antar bridge/switch) dan secara signifikan akan mempengaruhi performance dari komputer end-user karena terlalu banyak memproses broadcast yang ada.

Secara garis besar, Spanning Tree Protocol bekerja dengan cara :

    • Menentukan root bridge.

 

      Root bridge dari spanning tree adalah bridge dengan bridge ID terkecil (terendah). Tiap bridge mempunyai unique identifier (ID) dan sebuah priority number yang bisa dikonfigurasi. Untuki membandingkan dua bridge ID, priority number yang pertama kali dibandingkan. Jika priority number antara kedua bridge tersebut sama, maka yang akan dibandingkan selanjutnya adalah MAC addresses. Sebagai contoh, jika switches A (MAC=0000.0000.1111) dan B (MAC=0000.0000.2222) memiliki priority number yang sama, misalnya 10, maka switch A yanga akan dipilih menjadi root bridge. Jika admin jaringan ingin switch B yang jadi root bridge, maka priority number switch B harus lebih kecil dari 10.

 

    • Menentukan least cost paths ke root bridge.

 

      Spanning tree yang sudah dihitung mempunyai properti yaitu pesan dari semua alat yang terkoneksi ke root bridge dengan pengunjungan (traverse) dengan cost jalur terendah, yaitu path dari alat ke root memiliki cost terendah dari semua paths dari alat ke root.Cost of traversing sebuah path adalah jumlah dari cost-cost dari segmen yang ada dalam path. Beda teknologi mempunya default cost yang berbeda untuk segmen-segmen jaringan. Administrator dapat memodifikasi cost untuk pengunjungan segment jaringan yang dirasa penting.

 

    • Non-aktifkan root path lainnya.

 

      Karena pada langkah diatas kita telah menentukan cost terendah untuk tiap path dari peralatan ke root bride, maka port yang aktif yang bukan root port diset menjadi blocked port. Kenapa di blok? Hal ini dilakukan untuk antisipasi jika root port tidak bisa bekerja dengan baik, maka port yang tadinya di blok akan di aktifkan dan kembali lagi untuk menentukan path baru.
    sumber : wikipedia dan e-book cisco

http://www.tulisanku.com/2009/06/spanning-tree-protocol.html

http://konoharakureah.wordpress.com/2011/01/20/konsep-spanning-tree-protocol/

http://www.scribd.com/doc/39394441/STP

Permalink Leave a Comment

VLAN Trunking Protokol

September 12, 2011 at 4:29 am (diagnosa wan)

Pengertian VTP:

VLAN Trunking Protocol (VTP) adalah fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
Tujuan mengonfigurasi VLAN tagging adalah agar traffic dari beberapa VLAN dapat melewati trunk link yang digunakan untuk menghubungkan antar-switch. Meskipun hal ini merupakan hal yang baik dalam lingkungan yang besar, VLAN tagging tidak melakukan apa-apa untuk mempermudah pengonfigurasian VLAN pada beberapa switch. Di sinilah VTP mengambil bagian.

 

 

Tujuan VTP :

Anda bisa membuat konfigurasi pada suatu SWITCH, bagaimana jika anda mempunyai 10 atau 100 switch yang berhubungan ? apakah anda harus membuat VLANs pada setiap switch dan mengijinkan mereka pada setiap trunk?.  VTP dapat membantu, tetapi anda tetap harus meng-assign access port untuk vlan pada setiap switch.



VTP Domain
Group dari switch layer 2 yang saling berbagi(share) VLAN data. Berakhir pada router layer 3. Setiap switch bisa dihubungkan tetapi bukan bagian dari domain.  Setiap switch hanya bisa memiliki satu domain.  Domain dapat diketahui berdasarkan namanya.  Hanya ada pada device Cisco, jadi semua device harus switch Cisco.

 

 

VTP Server
Satu switch bereran sebagai server. Membut Vlan pada switch ini. Informasi disimpan di vlan.dat.  Server mengirim informasi VLAN ke switch client melalui trunk yang aktif.  Add, delete, rename vlan pada server ini. Default mode pada switch adalah VTP Server.

 

 

VTP Client
Client menerima informasi vlan dari switch server. Kemudian switch client mempunyai vlan yang sama dengan server.  Client tidak menyimpan informasi vlan. Ini disimpan di dalam RAM dan akan hilang ketika di power off.

 

 

Mode VTP

1. Server = mode default. Menyimpan informasi vlan ke switch yang lain.

2. Client = menerima informasi vlan dan mem-forward ke switch yang lain.

3. Transparent = mem-forward VTP Traffic, tapi tidak mengambil informasi dari vtp ini. Transaparen bisa memiliki vlannya sendiri dan tidak akan di share ke switch yang lain.

 

 

VTP Default

– Versi 1 (versi 2 dan 3 juga ada)

– VTP domain name belum di set.

– VTP mode adalah VTP Server.

– Satu aktif vlan yaitu vlan 1.

– Configuration revision adalah 1

– Switch yang di tambahkan ke suatu domain harus berada pada kondisi default, jika tidak switch mungkin akan mengirimkan informasi yang tidak diinginkan ke switch yang lain.

 

 

Show VTP Status

– VTP version

– Maximums vlan supported

– Number of existing vlans

– VTP operation mode (server,client atau transparent)

– VTP domain name

– VTP Prunning mode

– VTP v2 mode (disable by default)

– VTP traps generation

– MD5 Diggest (checksum atau vtp configuration)

– Configuration last modified

 

 

VTP Advertisement

– Terdiri dari VTP header dan VTP message

– Di enkapsulasi di dalam Ethernet frame, dan mempunyai tag agar dapat melewati trunk.

– Mac Address tujuan adalah multicast address 01-00-0C-CC-CC-CC

 

 


Configuration Revision number

– 32 bit number

– Nilai defaultnya adalah 0

– Akan ditambah setiap kali vlan di tambahkan adat di remove

– Reset ke 0 jika domain name berubah

 

 

Summary Advertisement

– Langsung dikirim ketika ada erubahan yang dibuat, den revision number di update.

– Dikirim setiap 5 menit oleh server dan kemudian client akan memeriksa revision numbernya.

– Terdiri dari vtp domain name, current revision number, dan detail konfigurasi vtp.

– Switch akan menerima summary advertisement dan membandingkan domain name nya dengan domain name miliknya.

– Jika domain name nya berbeda, maka switch akan menghiraukan paket tersebut.

– Jika domainnya sama , switch akan membandingkan revision number server dengan miliknya.

– Jika number lebih besar atau sama dengan, paket akan dihiraukan.

– Jika number lebih kecil, mengirim sebuah advertisement request.

 

Request Advertisement

Dikirim dari client ke server jika :

– VTP domain name telah berubah.

– Switch menerima revision number lebih besar dari miliknya.

– Subset dari advertisement message missed karena beberapa alasan.

– Switch telah direset.

 

 

 

Subset Advertisement

– Terdiri dari informasi vlan.

– Dikirim oleh server sebagai respon dari request yang dikirim oleh client.

– Membuat atau menghapus vlan

– Suspending atau activating sebuah VLAN

– Merubah nama VLAN

– Merubah MTU VLAN
Pros And Cons

– Small netwok : tidak menghiraukan VTP

– Big Network : bagus untuk konsitensi dan mudah melakukan perubahan.

– Switch server memerlukan banyak memori, sedangkan client tidak.

– Redudancy – Semua informasi tidak dimilik hanya pada satu switch.

– Masalah pada Domain besar.

Permalink Leave a Comment