VLSM

October 22, 2010 at 1:09 pm (Uncategorized)


Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda

dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika

menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja,

perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian

blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah

diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini

tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam

jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address

berkelas.

Metode VLSM ataupun CIDR pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi kekurangan

IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID guna mengatasi kekerungan IP

Address tersebut. Network Address yang telah diberikan oleh lembaga IANA jumlahnya

sangat terbatas, biasanya suatu perusahaan baik instansi pemerintah, swasta maupun

institusi pendidikan yang terkoneksi ke jaringan internet hanya memilik Network ID tidak

lebih dari 5 – 7 Network ID (IP Public).

Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat

berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat

memenuhi persyaratan ; routing protocol yang digunakan harus mampu membawa

informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP,

IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2),

semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode

VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi.

Tahapan perihitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan

CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM, sebagai contoh :

130.20.0.0/20

Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat

11111111.11111111.11110000.00000000 = /20

Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka

Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16

Maka blok tiap subnetnya adalah :

Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20

Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20

Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20

Dst … sampai dengan

Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20

Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :

– Kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil perhitungan

subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16

– Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini kita

gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak menjadi 16

blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :

Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24

Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24

Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com

Copyright © 2003-2007 IlmuKomputer.Com

14

Blok subnet VLSM 1-3 = 130.20.34.0/24

Blok subnet VLSM 1-4 = 130.20.35.0/24

Dst … sampai dengan

Blok subnet VLSM 1-16 = = 130.20.47/24

– Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu

130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun oktat

ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32

sehingga didapat :

Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27

Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27

Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27

Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27

Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27

Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27

Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.37.192/27

Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.38.224/27

Metode VLSM hampir serupa dengan CIDR hanya blok subnet hasil daro CIDR dapat kita

bagi lagi menjadi sejumlah Blok subnet dan blok IP address yang lebih banyak dan lebih

kecil lagi. Demikian pembahasan CIDR dan VLSM semoga bermanfaat. ☺

 

Cara Menghitung Variable Length Subnet Mask

bisa kunjungi http://www.vlsm-calc.net/ untuk menghitung lebih cepat hehehehe…..

 

oke, mari kita belajar berhitung!!!!

Misalkan kita memiliki empat buah network dengan jumlah host yang berbeda-beda untuk tiap

networknya. Net-A (14 host), Net-B (30 host), Net-C (20 host) dan Net-D (6 Host). Ip yang digunakan

adalah 192.168.100.xx . Bagaimana kita membuat subnet dengan menggunakan VLSM?

 

Langkah 1

 

Tentukan terlebih dahulu urutan network dengan jumlah host terbanyak dan subnet yang akan

digunakan.

Dalam kasus ini urutan network mulai dari host terbanyak adalah Net-B, Net-C, Net-A dan Net-D. Bila

dilihat jumlah host terbanyak yaitu pada Net-B, bandingkan dan pilihlah subnet yang memiliki selisih

paling sedikit atau sama antara host per subnet dengan host terbanyak.

CIDR Host per subnet Blok subnet

/26               62                      64

/27               30                      32

/28               14                      16

/29                 6                         8

/30                 2                         4

 

Langlah 2

 

Buat blok-subnet dari subnet yang sudah dipilih

Subnet          192.168.100.0 192.168.100.32 192.168.100.64 192.168.100.96

Ip pertama    192.168.100.1 192.168.100.33 192.168.100.65 192.168.100.97

Ip terakhir     192.168.100.30 192.168.100.62 192.168.100.94 192.168.100.126

Broadcast    192.168.100.31 192.168.100.63 192.168.100.95 192.168.100.127

Bila kita menggunakan subnet secara langsung, maka kita membutuhkan 4 blok-subnet untuk

menghubungkan keempat network tersebut. Berbeda halnya bila kita menggunakan VLSM.

 

Langkah 3

 

Bila menggunakan VLSM maka kita perlu untuk menentukan subnet yang akan digunakan untuk masingmasing

network.

CIDR Host per subnet Blok subnet   Network

/26              62                       64                 –

/27              30                       32          B dan C

/28              14                       16                A

/29                6                         8                D

/30                2                         4                 –

 

Langkah 4

 

Menentukan jumlah blok-subnet yang baru

Berdasarkan blok-subnet pada langlah 2, kita memilih blok-subnet baru yang dapat menampung seluruh

host dalam network A, B, C dan D. Perlu diingat bahwa satu blok-subnet dapat menampung 30 host.

Net-B Net-C Net-A dan Net-D

Subnet          192.168.100.0 192.168.100.32 192.168.100.64

Ip pertama    192.168.100.1 192.168.100.33 192.168.100.65

Ip terakhir     192.168.100.30 192.168.100.62 192.168.100.94

Broadcast    192.168.100.31 192.168.100.63 192.168.100.95

Net-B menempati satu blok-subnet karena jumlah host = jumlah host per subnet (30=30).

Net-C menempati satu blok-subnet karena jumlah host mendekati jumlah host per subnet (20 > 30).

Net-A dan Net-D menempati satu blok-subnet karena jumlah host dari kedua network tersebut hasilnya

mendekati jumlah host per subnet (14 + 6 > 30).

 

Langkah 5

 

Menentukan subnet untuk VLSM

Blok-subnet untuk net-B dan net-C sudah tidak perlu lagi dipersoalkan tinggal bagaimana blok-subnet

untuk net-A dan net-D. Berdasarkan langkah 3 kita menggunakan /28 untuk net-A dan /29 untuk net-B.

Berikut blok-subnet yang digunakan oleh net-A.

Net-A

Subnet VLSM            192.168.100.64 192.168.100.80

Ip pertama                  192.168.100.65 192.168.100.81

Ip terakhir                   192.168.100.78 192.168.100.94

Broadcast                  192.168.100.79 192.168.100.95

Perhatikan, lompatan blok-subnet untuk net-A langsung menggunakan 64 tidak menggunakan 0 , 16, 32,

48 karena sudah digunakan oleh net-B dan net-C. Jumlah host per subnet yang digunakan untuk net-A

pun sesuai dengan format subnet yang digunakan yaitu 14. Blok-subnet kedua dari /28 pada net-A

digunakan oleh net-B dengan format berbeda yaitu /29, dengan alasan yang sama maka lompatan bloksubnet

untuk net-B langsung 80, sehingga blok-subnet yang baru untuk net-B yaitu :

Net-B

Subnet VLSM         192.168.100.80

Ip pertama               192.168.100.81

Ip terakhir                192.168.100.86

Broadcast               192.168.100.87

Secara lengkap subnet yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

Net-B 192.168.100.0 /27

Net-C 192.168.100.32 /27

Net-A 192.168.100.64 /28

Net-D 192.168.100.80 /29

Bukti bahwa perhitungan subnet sudah benar adalah Network ID pada masing-masing netwok berbeda

sehingga tidak terjadi overlapping.

 

 

Sumber : “metode-ip-address-lanjutan-vlsm & Penghitungan VLSM”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: